Jumaat, 8 November 2013

Mau Dibawa Kemana Masa Depan D3 ku?




D3 adalah sebuah program strudi diploma yang dibuka khusus untuk mendalami bidang keteknis an. Berbeda dengan s1 yang dicetak sebagai analitis. D3 lebih mengedepankan praktik dari teori. Lulusan D3 akan dibutuhkan banyak perusahaan didalam penggerak atau motor produksi. Kenapa? Karena tujuan pencetak generasi d3 bergelut di praktik yang langsung turun ke lapangan.
Tapi kenyataanya justru timbul kecemburuan social antara mahasiswa d3 dan s1.
Sudah menjadi semacam rahasia umum di antara kita bahwa ada semacam “kasta” dalam jenjang pendidikan tinggi. Yakni, kita tahu bahwa S1 dipandang lebih tinggi dari D3, bahkan mungkin D4 sekalipun. Sebagai contoh dalam dunia kerja, CPNS yang bergelar ahli madya ditempatkan pada golongan II/C, sedangkan yang bergelar sarjana pada golongan III/A. Di berbagai lowongan kerja, lebih banyak yang mencari lulusan S1 dibandingkan D3 dan D4. Jadi bukankah wajar jika banyak calon mahasiswa yang mendamba-dambakan gelar sarjana muda daripada diploma?
Kemudian baru- baru ini terdengar santer kebijakan baru undip yang akan berubah. Isu itu berkembang dimana menyebutkan bahwa program d3 di Undip akan dirubah sistemnya sama dengan Sekolah Vokasi d UGM atau diseragamkan menjadi 1 jurusan dengan jenjang berbeda di masing-masing program studi. Misalnya untuk Teknik Kimia. Yang semula ada beberapa jurusan Tekim dari D3, S1, S2,S3 yang dipisah akan digabung didalam satu tingkat pengawasan.
Hal itu memunculkan Protes dari mahasiswa   yang  khususnya mahasiswa program D3. Sebenarnya mau dibawa kemana sih nasib pendidikan mereka ini?
Apalagi ada isu lagi bahwa program transfer lanjutan dari D3 ke S1 akan ditutup. Kemudian bagaimana sistem keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia yang dalm UUD berhak mendapatkan Pendidikan yang sama??
Seharusnya ada kejelasan didalam implementasi perubahan sistem ini. Birokrasi harus tegas, harus  jelas. Jangan menelantarkan kami para mahasiswa D3 yang seakan-akan dianak tirikan dengan mahasiswa S1.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan