Ada yang asing dengan kata “sampah”?? pasti jawabanya “tidak”.
Bisa
dipastikan semua orang sudah berkenalan dengan teman akrab yang sudah menjadi
bagian dari hidup manusia ini. Ya, sampah merupakan material sisa yang tidak
diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dimanfaatkan manusia dan di
buang manusia. Sekarang sampah menjadi pemandangan utama yang bisa kita nikmati
di semua tempat. Di desa, kota, perumahan, bahkan sungai menjadi tempat berdomisili
dan bernaung bagi sampah.
Pada kenyataanya ada 2 jenis sampah yang dihasilkan manusia,
sampah itu berupa material padat dan material cair. Sampah padat dihasilkan
manusia dari pemanfaatan barang-barang padat. Seperti botol plastik, kertas,
potongan-potongan kayu dan sisa hasil peralatan rumah tangga. Berbeda dengan
sumber dari Sampah cair. Sampah cair lebih banyak berasal dari limbah zat
mengalir hasil sisa buangan mandi, mencuci atau dapur. Dalam kehidupan manusia,
sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya
pertambangan, manufaktur, dan konsumsi pabrik. Dapat dipastikan semua produk
industri akan menjadi sampah dengan jumlah volume sampah setara dengan konsumsi
manusia.
Pemanfaatan sampah-sampah ini sering menimbulkan konflik
diantara para pengguna sampah dan pembuang sampah. Banyak orang yang dengan
gampang lupa dengan sampah yang baru saja mereka konsumsi. Dan parahnya sisa
dari sampah tersebut hanya dikembalikan ke lingkungan dan bukan tempat sampah.
Hal ini menjadi sorotan utama yang harus kita benahi. Jika kita ingin
memperoleh lingkungan yang aman, bersih, nyaman serta mempunyai estetika
tinggi.
Sampah bukan Bencana
Mari kita jangkau lebih jauh masalah sampah, khususnya
pemanfaatan sampah plastik. Berjuta manusia setiap hari menggunakan sampah ini
untuk menunjang kegiatanya. Plastik sisa botol minuman, plastik pembungkus
barang elektronik, plastik cover makanan dan masih banyak jenis-jenis plastik
lain yang telah digunakan dan dibuang manusia. Setiap orang di dalam hidupnya
tidak dipungkiri pasti memanfaatkan plastik, Plastik ini dipakai dan digunakan
tetapi setelah itu hanya dibuang. Mereka megembalikan plastik-plastik itu ke
alam. Alhasil bumi kita yang menjadi tong sampah besar.
Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat sampah-sampah
plastik itu memiliki nilai guna. Tengok saja aksesoris dan cinderamata, itu
salah satu hasil dari pendaur ulang sampah plastik. Jangan buru-buru membuang sampah plastik dari botol mineral,
bungkus mie instan, atau sampah plastik lainnya. Manfaatkan sampah plastik dan
sulap menjadi suatu barang yang memiliki nilai guna dan estetika. Ada banyak
jalan yang bisa kita lakukan, misalnya untuk membuat kotak pensil, pungut dan
kumpulkan sampah-sampah plastik. Pilah, botol atau pembugkus mie
instan dari tempat minuman. Siapkan lem serba guna, gunting, dan stiker. Gambar
sebuah pola menyerupai tabung di atas botol bekas sampah, tebali pola dan
gunting ujungnya. Hasilnya sebuah benda berbentuk tabung ada di depan mata.
Untuk menambah nilai jual dan estetika, tempelkan stiker dan buat hiasan di depan
pola, gunting dan lem. Maka jadilah tempat pensil sederhana dari botol bekas
sampah. Sebuah cara sederhana yang dapat kita manfaatkan dari penggunaan
sampah. Hanya dengan 15 menit sampah buangan sisa konsumsi itu berhasi mempunyai
nilai guna.
Nah mulai sekarang jangan kotori lagi
bumi ini dengan sampah-sampah yang menggenang di setiap tempat. Jangan jadikan
sampah layaknya pemandangan alam. Sadarkan kalau semakin lama pemanfaatan dan Recyclable dari sampah
sangat dibutuhkan, buat inovasi dan cara-cara baru di dalam merubah
sampah-sampah tersebut menjadi suatu hal yang bermanfaat dan memiliki nilai
jual. Jaga estetika bumi ini. Kembangkan dan jangan jadikan bumi sebagai tong
sampah besar di alam. (HI)