Rabu, 23 Januari 2013

Sampah Anugrah, Bukan Masalah



Ada yang asing dengan kata “sampah”??  pasti jawabanya “tidak”.
            Bisa dipastikan semua orang sudah berkenalan dengan teman akrab yang sudah menjadi bagian dari hidup manusia ini. Ya, sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dimanfaatkan manusia dan di buang manusia. Sekarang sampah menjadi pemandangan utama yang bisa kita nikmati di semua tempat. Di desa, kota, perumahan, bahkan sungai menjadi tempat berdomisili dan bernaung bagi sampah.

Pada kenyataanya ada 2 jenis sampah yang dihasilkan manusia, sampah itu berupa material padat dan material cair. Sampah padat dihasilkan manusia dari pemanfaatan barang-barang padat. Seperti botol plastik, kertas, potongan-potongan kayu dan sisa hasil peralatan rumah tangga. Berbeda dengan sumber dari Sampah cair. Sampah cair lebih banyak berasal dari limbah zat mengalir hasil sisa buangan mandi, mencuci atau dapur. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi pabrik. Dapat dipastikan semua produk industri akan menjadi sampah dengan jumlah volume sampah setara dengan konsumsi manusia.

Pemanfaatan sampah-sampah ini sering menimbulkan konflik diantara para pengguna sampah dan pembuang sampah. Banyak orang yang dengan gampang lupa dengan sampah yang baru saja mereka konsumsi. Dan parahnya sisa dari sampah tersebut hanya dikembalikan ke lingkungan dan bukan tempat sampah. Hal ini menjadi sorotan utama yang harus kita benahi. Jika kita ingin memperoleh lingkungan yang aman, bersih, nyaman serta mempunyai estetika tinggi.

Sampah bukan Bencana

Mari kita jangkau lebih jauh masalah sampah, khususnya pemanfaatan sampah plastik. Berjuta manusia setiap hari menggunakan sampah ini untuk menunjang kegiatanya. Plastik sisa botol minuman, plastik pembungkus barang elektronik, plastik cover makanan dan masih banyak jenis-jenis plastik lain yang telah digunakan dan dibuang manusia. Setiap orang di dalam hidupnya tidak dipungkiri pasti memanfaatkan plastik, Plastik ini dipakai dan digunakan tetapi setelah itu hanya dibuang. Mereka megembalikan plastik-plastik itu ke alam. Alhasil bumi kita yang menjadi tong sampah besar.

Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat sampah-sampah plastik itu memiliki nilai guna. Tengok saja aksesoris dan cinderamata, itu salah satu hasil dari pendaur ulang sampah plastik. Jangan buru-buru membuang sampah plastik dari botol mineral, bungkus mie instan, atau sampah plastik lainnya. Manfaatkan sampah plastik dan sulap menjadi suatu barang yang memiliki nilai guna dan estetika. Ada banyak jalan yang bisa kita lakukan, misalnya untuk membuat kotak pensil, pungut dan kumpulkan sampah-sampah plastik. Pilah, botol atau pembugkus mie instan dari tempat minuman. Siapkan lem serba guna, gunting, dan stiker. Gambar sebuah pola menyerupai tabung di atas botol bekas sampah, tebali pola dan gunting ujungnya. Hasilnya sebuah benda berbentuk tabung ada di depan mata. Untuk menambah nilai jual dan estetika, tempelkan stiker dan buat hiasan di depan pola, gunting dan lem. Maka jadilah tempat pensil sederhana dari botol bekas sampah. Sebuah cara sederhana yang dapat kita manfaatkan dari penggunaan sampah. Hanya dengan 15 menit sampah buangan sisa konsumsi itu berhasi mempunyai nilai guna.

Nah mulai sekarang jangan kotori lagi bumi ini dengan sampah-sampah yang menggenang di setiap tempat. Jangan jadikan sampah layaknya pemandangan alam. Sadarkan kalau semakin lama pemanfaatan dan Recyclable dari sampah sangat dibutuhkan, buat inovasi dan cara-cara baru di dalam merubah sampah-sampah tersebut menjadi suatu hal yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Jaga estetika bumi ini. Kembangkan dan jangan jadikan bumi sebagai tong sampah besar di alam. (HI)

matahari-blogger

ini bukan merupakan sebuah catatan pena atau catatan kuas. Catatan ini adalah catatan pertama setelah hampir setaun saya beristirahat dan tidak bermain dengan blogger. Pengalaman yang baru saja saya dapatkan 5 menit yang lalu adalah bahwa untuk menjalin hubungan dengan blogger lagi itu sulit! saya hampir mulai lupa semuanya dan harus belajar dari awal.

tapi, its no poblem. ini postingan pertama saya dan insya Allah postingan postingan selanjutnya akan mulai lahir :)

sedikit ceritaaa >>>

keinginan kuat timbul pada diri saya untuk mulai mencintai blogger itu datang lagi karena sebuah keadaan, bukan keadaan yang memaksa diri saya, tetapi justru keadaan pelan yang membuat saya berfikir maju bahwa hidup itu merupakan sebuah pilihan dan disitulah saya harus memilihnya sekarang.
Kejadian ini dimulai ketika waktu itu ada seleksi sebuah organisasi universitas di kampus saya, dimana banyak diantara teman-teman yang antusias untuk mengikutinya, tak terkecuali semangat itu juga datang pada saya. kami dari 12 ribu mahasiswa teknik mencoba terjun di lingkungan universitas bukan hanya semata untuk belajar tetapi juga mencari arti dari kehidupan dan itu dimulai dari pengalaman. nah dah salah satu langkah awalnya saat itu adalah ingin mencicipi dan masuk di dalam sebuah lingkup organisasi kampus.
diterima dan tidak untuk kami waktu itu urusan nanti, yang penting kita berani melangkah dan maju.
dan dampaknya energi positif berhembus pada batin saya dan saya kembali pada tulisan di dalam blog-blog saya terdahulu :)